
Jakarta, jppr.or.id – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) merasa turut bangga dan mengucapkan selamat kepada politisi senior Luluk Nur Hamidah atas keberhasilannya mempertahankan disertasi doktoral di Universitas Indonesia. Pencapaian akademik ini menunjukkan komitmen Luluk untuk memperkuat praktik politik dengan landasan riset yang mendalam, sekaligus menjadi teladan bahwa politisi juga memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan tradisi keilmuan.
Pernyataan itu disampaikan Koordinator Nasional JPPR Rendy NS Umboh saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Indonesia pada promosi doktoral Luluk Nur Hamidah, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Rendy, disertasi berjudul ‘Dinamika Arena Politik Nahdlatul Ulama di Solo Raya: Interrelasi, Kontestasi Elite, dan Transformasi Masa Depan‘ memiliki kontribusi penting bagi pengembangan kajian demokrasi dan politik Indonesia.
“Penelitian ini tidak hanya memotret relasi kuasa dan kontestasi elite di lingkungan Nahdlatul Ulama, tetapi juga menjelaskan bagaimana modal sosial, modal politik, serta kekuatan sosio-kultural keagamaan memengaruhi proses pengambilan keputusan politik. Kajian seperti ini sangat relevan untuk memperkaya pemahaman kita mengenai demokrasi, representasi politik, dan hubungan antara organisasi kemasyarakatan dengan dinamika politik nasional,” katanya.
Rendy menambahkan bahwa hasil penelitian Luluk diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, penyelenggara pemilu, organisasi masyarakat sipil, maupun para pengambil kebijakan dalam memahami perkembangan politik berbasis komunitas keagamaan di Indonesia.
“Semoga gelar doktor yang diraih Ibu Luluk menjadi awal lahirnya lebih banyak gagasan dan kontribusi ilmiah bagi penguatan demokrasi Indonesia, serta mampu menjembatani dunia akademik dengan praktik politik yang semakin berkualitas, inklusif, dan berpihak pada kepentingan rakyat,“ urai Rendy.

Hubungan erat Luluk dan JPPR
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa yang juga anggota Dewan Penasihat DPP Perempuan Bangsa, Luluk Nur Hamidah, berhasil mempertahankan disertasinya berjudul ‘Dinamika Arena Politik Nahdlatul Ulama di Solo Raya: Interrelasi, Kontestasi Elite, dan Transformasi Masa Depan‘ dengan promotor Profesor Iwan Gardono Sudjatmiko dan Profesor Ricardi S. Adnan.
Fokus pembahasan utama dari disertasi Doktor Luluk Nur Hamidah adalah memetakan relasi kuasa, kontestasi elite, dan arah transformasi politik Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Solo Raya. Penelitian sosiologi politik ini membedah bagaimana kekuatan sosio-kultural keagamaan berinteraksi dengan dinamika politik praktis. distribusi modal sosial dan politik memengaruhi mekanisme pengambilan keputusan.
Hubungan antara Luluk Nur Hamidah dan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) berakar kuat sejak awal masa reformasi melalui perannya sebagai aktivis pergerakan perempuan mahasiswa. Luluk yang pernah menjabat anggota DPR RI serta calon Wakil Gubernur Jawa Timur ini dikenal sebagai aktivis Korps PMII Putri (Kopri).
Keterlibatan Luluk Nur Hamidah terjadi pada masa awal berdirinya JPPR, persis pasca-tumbangnya rezim Orde Baru menuju Pemilu transisi tahun 1999. Saat itu, -periode 1997-2000- Luluk menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (KOPRI PB PMII).
”KOPRI merupakan salah satu lembaga unsur pendiri JPPR. Mbak Luluk menjadi sosok yang menginisiasi komunikasi ke lembaga donor (seperti The Asia Foundation) sekaligus penanggung jawab program pendidikan pemilih perempuan pertama di KOPRI,” jelas Rendy.
Melalui keterlibatan historis ini, Luluk Nur Hamidah memulai rekam jejak panjangnya sebagai aktivis yang mengawal isu-isu tata kelola pemilu dan hak perempuan sebelum akhirnya ia terjun langsung ke dunia politik praktis bersama PKB
Sebagai lembaga konsorsium nasional yang didirikan pada 22 November 1998 dan didukung oleh jaringan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah), JPPR menjalankan program-program strategis, seperti Pendidikan Politik Pemilih (Voter Education), yakni ,engedukasi masyarakat mengenai hak-hak politik, tata cara memilih, hingga pentingnya menyaring informasi (anti-hoaks/politik uang).
Selain itu, JPPR melakukan Pemantauan Pemilu Secara Mandiri dengan menerjunkan relawan ke berbagai daerah untuk mengawasi tahapan pemilu, mulai dari akurasi daftar pemilih tetap (DPT), masa kampanye, hingga penghitungan suara di TPS.
JPPR juga menjalankan Advokasi Demokrasi Inklusif, dengan Mendorong keterlibatan aktif dan perlindungan hak politik bagi kelompok rentan, termasuk pemilih pemula, penyandang disabilitas, dan keterwakilan perempuan.
”Peran Mbak Luluk sangat besar dalam kerja-kerja politik itu. Sekali lagi kami sampaikan ‘proficiat’. Disertasi beliau akan kami pelajari untuk kebaikan demokrasi dan kualitas pemilu ke depan,” pungkas Rendy.
