in Agenda, Uncategorized

Workshop Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Melalui Teknologi Informasi Dan Media Sosial

TERM OF REFERENCE WORKSHOP PROGRAM
PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI DAN MEDIA SOSIAL
Kerjasama JPPR dan TAF
Jakarta, 14 – 15 Juni 2013
Landasan Pemikiran
Proses Pemilukada secara langsung merupakan momentum penegasan kedaulatan. Rakyat mempunyai kesempatan besar untuk menentukan pilihan politiknya secara mandiri dan bertanggung jawab untuk memilih wakil-wakilnya di level legislatif maupun eksekutif.
Melalui Pemilukada, para wakil rakyat dan pemerintahan sebelumnya yang tidak memihak rakyat bisa diganti. Jika pemimpin yang dipilih oleh rakyat pada Pemilu sebelumnya ternyata kebijakannya tidak memihak rakyat maka rakyat bisa bertanggungjawab dengan tidak memilihnya lagi di Pemilukada berikutnya.
Sebagai salah satu alat demokrasi, Pemilukada mengubah konsep kedaulatan rakyat yang abstrak menjadi operasional.  Hasil Pemilu adalah orang-orang terpilih yang mewakili rakyat dan bekerja untuk dan atas nama rakyat. Tatacara seleksi mencari pemimpin dengan melibatkan sebanyak mungkin orang telah mengalahkan popularitas model memilih pemimpin dengan penunjukan langsung, pemilihan terbatas ataupun pewarisan kekuasaan ala kerajaan.
Dengan demikian, Pemilukada adalah gerbang perubahan untuk mengantar rakyat melahirkan pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menyusun kebijakan yang tepat, untuk perbaikan nasib rakyat secara bersama-sama. Karena Pemilukada adalah sarana pergantian kepemimpinan, maka kita patut mengawalnya. Keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan Pemilukada sangat dibutuhkan. Masyarakat perlu lebih kritis dan mengetahui secara sadar nasib suara yang akan diberikannya. Suara kita memiliki nilai penting bagi kualitas demokrasi demi perbaikan nasib kita sendiri.
Keterlibatan masyarakat dapat dimulai sejak memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih, meneliti dan mempelajari para calon, mengikuti dan mengawasi pelaksanaan kampanye, melaporkan pelanggaran penyelenggara dan peserta, mencari tahu tentang calon pemimpin, memberikan suara pada hari pemungutan suara serta menjaga suara yang telah diberikannya murni berdasarkan hasil suara di TPS.
Sebanyak mungkin informasi tentang peraturan dan pelaksanaan dalam Pemilu dapat menjadi pengetahuan yang dimiliki oleh pemilih dan menjadi modal utama Pemilu akan berjalan dengan tertib, lancar dan damai untuk kepentingan nasib bangsa kedepan.
Oleh karena itu, dibutuhkan tekhnologi dan media informasi yang memudahkan masyarakat memperoleh pengetahuan tentang seluruh tahapan Pemilu sekaligus berpartisipasi aktif melakukan pemantauan terhadap keberlangsungan Pemilu diwilayahnya masing-masing.
Tekhnologi dan media informasi ini juga ditujukan agar masyarakat secara lebih cepat dan mudah mampu mengetahui hak dan kewajibannya sehingga mampu memfungsikan dirinya sebagai subjek dalam setiap proses bernegara, dalam hal ini partisipasi aktif (pemantauan) dalam setiap tahapan Pemilu. Bagaimana keterlibatan publik  mampu diakomodir oleh tekhnologi dan media ini dan masyarakat dengan sadar mampu melakukan pemantauan setiap tahapan Pemilukada.
Peningkatan partisipasi aktif melalui tekhnologi dan media informasi masyarakat ini mengisi ruang dan celah yang menjadi kelemahan lembaga penyelenggara dan pengawas Pemilu untuk lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan menjadi daya dorong bagi peningkatan proses demokrasi itu sendiri.
Penyelenggaraan pemilu tidak bisa diserahkan kepada penyelenggara Pemilu saja, namun butuh masyarakat yang turut dalam partisipasi aktif mengkritisi dalam persiapan, proses dan evaluasinya. Masyarakat berperan penting dalam pemantauan penyelenggaraan ini.Tahapan-tahapan Pemilu menjadi sangat penting untuk terwujudnya pemilu yang berkualitas. Akselerasi pelaporan pelanggaran dari hasil pantauan sangat membantu penyelenggaraan pemilu menjadi lebih demokratis.
Tujuan.
Workshop ini bertujuan :
1.      Sosialisasi dan mencari masukan untuk pelaksanaan program pemantauan berbasis tekhnologi dan media informasi.
2.      Pemetaan tentang kapasitas organisasi jaringan dalam penguatan partisipasi melauli tekhnologi informasi dan media sosial.
3.      Pemetaan dan identifikasi tentang kelompok-kelompok kemasyarakatan jaringan JPPR yang akan melaksanakan program di tingkat lapangan.
4.      Peningkatan kapasitas jaringan dalam menggunakan tekhnologi informasi dan media sosial dalam pemantauan Pemilu,
Hasil yang diharapkan
1.       Adanya masukan dari stakeholders Pemilu tentang pembelajaran penyelenggaraan dan pengawasan Pemilukada.
2.       Adanya data dan informasi tentang organisasi jaringan JPPR untuk penguatan partisipasi dalam Pemilu.
3.       Adanya pemetaan yang jelas tentang kelompok kemasyarakatan jaringan JPPR untuk melakukan pemantauan di daerah program. 
4.       Adanya kemampuan dalam penggunaan media sosial untuk tujuan pemantauan Pemilu.  
Waktu dan Tempat.
Hari/tanggal                   : Sabtu – Minggu, 14-15 Juni 2013
Waktu                           : 13.00 s/d 11.00 WIB
Tempat                         : Hotel Alia, Jln. Cikini Raya, No. 32
                                      Jakarta Pusat 10330
                                      021-3164444
Peserta
Peserta Workshop ini adalah :
1.       Perwakilan Lembaga Jaringan JPPR
2.       Sekretariat Nasional
3.       The Asia Foundation (TAF)
4.       Fasilitator
Penutup
Demikian term of reference kami buat semoga menjadi acuan dalam mengikuti acara dengan baik.
Sekretariat Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)
Jl.Manggarai Utara I, Rt. 007 Rw. 01 No.H4, Manggarai, Tebet
Jakarta Selatan, INDONESIA 12850
Phone   : +62 21-837 06 467, fax: +62 21-837 80 308
E-mail: seknasjppr@gmail.com, website: www.jppr.org
JADWAL KEGIATAN
WAKTU
AGENDA
PENGISI ACARA
Jum’at, 14 Juni 2013
12.00 – 12.30
Chek  in Hotel (Hotel Alia menyelengarakan Sholat Jum’at)
Panitia
12. 30 – 13.00
Makan Siang
13.00 – 13.15
Pembukaan dan Kontrak Forum
Panitia/Fasilitator
14.00 – 15.45
Seminar :
1.       Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemilukada, pengalaman KPU Tangerang Selatan
2.       Proses dan hasil pengawasan Pemilukada, Pengalaman Panwaslu Jakarta
3.       Peranan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilukada.
Agus Supadmo, Anggota KPU Banten
M. Jufri, Mantan Anggota Panwaslu DKI Jakarta
M. Afifudin, Koordinator Nasional JPPR
Moderator ; Sunanto
15.45 – 17.15
Media Sosial; Apa dan Bagaimana?
Efektfiitas Media Sosial dalam Gerakan Sosial
Wahidini Nur Aflah, Social Media Specialist
Andar Nubowo, Public Virtue Indonesia
Moderator : Rohmah Wahyuniyati
17.15 – 19.00
ISHOMA
Panitia
19.00 – 21.00
Informasi dan Diskusi Perencanaan Program
Masykurudin Hafidz/Fasilitator
Minggu,15 Juni 2013
07.00 – 08.00
Sarapan Pagi
08.00 – 09.30
Pemetaan Jaringan JPPR dalam penggunaan  IT & Medsos
Fasilitator
09.30 – 10.30
Mapping pelaksanaan dan wilayah program
Fasilitator
10.30 – 11.00
Penutupan
Panitia


Undangan dan File TOR Dapat di Download di link berikut: Undangan dan TOR




Post Comment