in Calon Legistatif, Sindikasi_Media, Uncategorized

35% Caleg Tinggal di Jakarta

Jakarta – Daftar Calon Sementara (DCS) yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk masing-masing partai politik, menunjukan banyak sekali calon legislatif (caleg) sementara yang tinggal atau beralamat di Jakarta.

Kenyataan tersebut menyiratkan bahwa hingga saat ini masih kental sentralisme kekuasaan partai politik.

“Jakarta paling banyak menyumbang penempatan calon di semua daerah pemilihan,” kata Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, Kamis (20/6).

Dijelaskan, dari total 6.550 DCS DPR RI yang diumumkan KPU, ditemukan sebanyak 2.301 calon atau 35 persen yang tinggal atau beralamatkan di Jakarta.

Dari jumlah temuan tersebut, Partai Demokrat mempunyai calon paling banyak yaitu 266 calon, diikuti Partai Golkar 251 calon, Partai Hanura 249 calon, PDIP 216 calon, Partai Gerindra 198 calon, PAN 188 calon, PPP 181 calon, PKPI 181 calon, PBB 176 calon, Partai Nasdem 159 calon, PKB 155 calon dan PKS 81 calon.

“Banyaknya calon yang datang dari Jakarta menunjukkan sistem rekruitmen pencalonan masih sangat sentralistik dan elitis,” ujar Masykurudin.

Menurutnya, saat ini parpol tidak mempertimbangkan aspek pengalaman situasi sosial setempat dan kedekatan emosional dengan konstituennya. Sehingga, DCS kurang mencerminkan representasi dari jiwa pluralitas, peta masalah dan kepentingan di masing-masing daerah pemilihan.

Disisi lain, DCS menjadi preseden tentang besarnya biaya kampanye yang akan dikeluarkan karena Parpol dan calon jelas membutuhkan biaya tambahan untuk kampanye, terutama akomodasi dan transportasi.

Apabila partai politik dan calon mengambil jalan pintas dengan memasang iklan dan alat peraga, maka berakibat pada aspek kedekatan secara sosial emosional semakin tipis.

Oleh sebab itu, ditegaskan Masykurudin, parpol perlu mengaktifkan kantor-kantor di daerah untuk meningkatkan kegiatan politik dan pendidikan pemilih dengan mengajak komunikasi dan menyerap aspirasi konstituen secara langsung. Semua dilakukan agar menjadi catatan dalam merumuskan program kerakyatannya.


Post: www.beritasatu.com
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment