in Pilgub_DKI, Sindikasi_Media, Uncategorized

Pencitraan Cagub DKI Tutupi Program Kerja

JPPR, Jakarta – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Komite Independen Pemantau Pemilih (KIPP), Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), Indonesia Budget Center (IBC) melakukan audiensi dengan KPU DKI Jakarta. Hal itu untuk memberikan hasil-hasil pemantauan dan pendidikan pemilih di putaran pertama Pilkada DKI, 11 Juli 2012.
Adapun refleksi utama dalam audiensi di Kantor KPU DKI Jakarta, sebagai pemantau dan masyarakat sipil terhadap putaran pertama dari sudut pemilih adalah, penentuan pilihan masyarakat Jakarta belum berdasarkan pada visi, misi dan program-program yang dicanangkan pasangan calon.
“Aspek memilih berdasarkan popularitas, personal calon dan pencitraan jauh lebih tinggi sebagai preferensi dalam memilih,” kata Manajer Pemantauan JPPR, Masykuruddin Hafidz, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (12/10/2012).
Audiensi ini dimaksudkan untuk sinkronisasi dan meningkatkan aspek memilih berdasarkan visi, misi dan pasangan calon.
“Media dan cara apa saja yang direncanakan KPUD untuk lebih menajamkan tingkat pengetahuan pemilih dan apa yang bisa disumbangkan oleh masyarakat sipil dalam berpartisipasi dalam pendidikan pemilih tersebut,” jelasnya.
Komunikasi awal ini juga dalam rangka mapping (pemetaan) awal, daerah mana saja dan daerah-daerah mana yang tingkat partisipasinya rendah. Sehingga masyarakat sipil juga bisa lebih mengarahkan kemana dan daerah mana saja yang akan disasar.
“Putaran dua dengan hanya dua pasangan calon semestinya lebih mudah untuk memberikan ruang agak luas untuk mengenal kembali pasangan calon beserta visi, misi dan program yang dicanangkan 5 tahun ke depan,” tambahnya.
Terlebih, jelang putaran dua, 20 September 2012 masing-masing pihak pasangan calon dan tim sukses untuk tidak memanfaatkan isu SARA sebagai cara pemenangan yang diambil bagi salah satu pasangan calon.
“Demikian pula, pasangan calon dan tim sukses juga menekankan aspek ini dalam setiap kampanyenya, jangan malah memanfaatkan isu-isu murahan seperti SARA dan sejenisnya,” tandasnya.
Reporter: Dominicus Alvin – Editor: Raden Trimutia Hatta
Sumber: Cetroone
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment