in Release, Uncategorized

PENGGUNAAN ISU SUKU, AGAMA, RAS DAN ANTAR GOLONGAN (SARA) DALAM PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012


LAPORAN PEMANTAUAN
PENGGUNAAN ISU SUKU, AGAMA, RAS DAN ANTAR GOLONGAN (SARA)
DALAM PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
Jakarta, 25 Juli 2012

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) melaporkan kepada Panwaslu DKI Jakarta tentang temuan-temuan yang bernuansa dan menyinggung suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang berkaitan dengan Pemilukada Jakarta. Temuan-temuan tersebut adalah :   
SELEBARAN DAN SPANDUK
  1. Selebaran dalam bentuk Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1433 M dari kelompok Masyarakat Peduli Islam yang menambahkan tulisan dalam jadwal imsakiyah tersebut “MARHABAN YA RAMADHAN 1433 H. SAUDARA-SAUDARAKU YANG SEIMAN, TANGGAL 20 SEPTEMBER 2012, PILIH PEMIMPIN YANG ISLAMI. JAKARTA MAJU TERUS”. (Lihat Attachment 1).
  2. Spanduk bertuliskan “SELAMAT RAMADHAN, CARILAH PEMIMPIN YANG BER-AQIDAH ISLAM” atas nama Warga Setempat disekitar SMA 78, Jln. Bakti IV/I, Komplek Pajak, Kebon Jeruk, kemanggisan, Jakarta Barat.

SMS DAN BBM
  1. Ass. Wr. Wb. Saya Tutty Alawiyah ingin curhat kepada teman seperjuangan. Hari ini saya menyaksikan Pemilukada DKI. Hasilnya akan lanjut di putaran kedua. Saya tidak menyangka kandidat nomor 3 menang besar no 1. Ya Allah, Jakartaku, Betawiku hampir tenggelam. Ummat Islam, ISLAM, kemanakah dikau? La Hawla Wala Quwwata Illa Billah. Mudah-mudahan Allah mendengar doaku, Islam harus nampak di bumi Jakartaku kedepan yang dekat ini. Pemimpinku pemimpin Jakarta harus muslim, muslim yang taat. Kuatkan kami ya Allah. Tolong sebarkan agar para muslim DKI tersadar dengan kesalahan yang dilakukannya.
  2.  
  3. Pesan dari FOKE : Ya Allah tunjukkan kami dan jauhkan kami dari orang-orang yang menduakan kami ya Allah. Jadikan negeri ini baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. Ya Allah jangan Kau jadikan kami beriman dengan orang-orang Nasrani yang telah menduakan Kamu. Ya Allah hapuskanlah segala permohonan orang-orang Yahudi agar mereka juga memimpin kami dan musnahkanlah mereka dimuka dari muka bumiMu Ya Allah. Singkirkan mereka dari kemenangan kami Ya Allah. Dengarkan doa kami engkaulah pemimpin kami dan jadikan pemimpin kami orang-orang yang beriman dan orang-orang yang menegakkan.
  4. Kelompok gereja Kanada dan Amerika memberikan supplay dana US 30 Juta, gereja Vatikan sumbang US 40 Juta untuk kemenangan Jokowi-Ahok dengan komitmen pendirian 96 gereja Katholik dan Protestan di DKI Jakarta harus terlaksana. SMS diterima dari sumber yang dapat dipercaya (H.M. Yoyo) sebarkan SMS ini kepada saudara dan handai taulan kita.
  5. Ini SMS AHOK kepada kelompok Cina dan orang Kristen, dalam rangka untuk pemenangannya : Teman seiman yang dikasihi Yesus, mari sama-sama rapatkan barisan menjaga keimanan kita dengan memilih AHOK (Basuka Tjahaha Purnama), dan Tuhan Yesus pasti menolong kita. Kuasa Salib didepan mata. Pilih AHOK, iman Kristen kita pasti terjaga.
  6. Terimakasih atas partisipasinya pada putaran pertama. Sayangnya partisipasi kita anak-anak Allah BARU 95%, putara kedua harus 100%. Kasih Tuhan dan kuasa gereja akan terbukti setelah 20 September 2012. Satukan barisan, sambut PERUBAHAN JAKARTA bagi anak-anak Allah melalui Jokowi-Ahok.
  7. Jokowi se-iman dengan kita, jangan kuatir. Lasykar Kristus bersatu memenangkan Jakarta. Kita pasti menang, Ahok pasti jadi Gubernur setelah Jokowi menjadi Wapres, dan Jakarta menjadi milik kita. Hadirkan kuasa Tuhan Yesus di Jakarta dan kita kalahkan kesombongan Muslim, pilih no. 3.
  8. Kalbar dan Kalsel sudah ditangan kita, Solo segera menyusul saat Jokowi menang di Jakarta. Anak Allah FX Hadi Rudyatmo (Wakil Walikota Solo akan naik jadi Walikota). Kristen akan berkibar  di Indonesia dimulai dari Jakarta. Pilih Ahok jangan ragu, Tuhan Yesus bersama kita. Haleluya.
  9. Christian Center pasti terwujud menyambut kemenangan Jokowi-Ahok. Kita belajar dari Singapura, Cina kuasai Melayu, Jakarta mlik kita. Masa’ sich cuma Islamic Center, kapan Christian Center terbentuk? Jangan tunda lagi, pilih Jokowi-Ahok Christian Center pasti terwujud. Sebarkan ke sesama Muslim agar waspada.

Dari temuan-temuan tersebut Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) bersikap :
Kampanye dengan menggunakan cara seperti ini sama sekali tidak mencerdaskan. Masyarakat pemilih Jakarta sudah cerdas dan rasional sehingga tidak akan termakan oleh isu-isu negatif, kotor dan mendidik seperti ini.   
  1. Kampanye dengan cara seperti ini kontraproduktif. Penggunaan isu agama dan etnis, baik kepentingan untuk menuduh pihak lain ataupun untuk sekedar mencari sensasi, justru akan merugikan diri sendiri bahkan bisa menghilangkan dukungan.
  2. Kampanye model ini membuat Golput makin tinggi. Tingginya angkan Golput pada putaran pertama justru akan tambah tinggi apabila yang beredar dan berkembang adalah model kampanye kotor seperti ini. Untuk meningkatkan partisipasi, justru mestinya pasangan calon dan tim sukses melakukan pendekatan ke masyarakat dengan melakukan penajaman visi, misi dan program yang sudah dicanangkan.
  3. Kampanye dengan cara seperti ini dengan cara massif dan tersembunyi rentan sekali memicu konflik horizontal yang lebih luas.      

Oleh karena itu Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) mendesak kepada Panwaslu DKI Jakarta untuk: 
  1. Bekerjasama dengan lembaga terkait berusaha untuk menelusuri sumber kampanye kotor ini siapa sebenarnya yang bermain dengan menggunakan isu murahan ini, misalnya dengan menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).     
  2. Panwaslu bersama KPUD membangun kerjasama dengan dengan lembaga ormas keagamaan yang ada di Jakarta sebagai bentuk upaya prefentif dan membendung kampanye kotor ini.
  3. Panwaslu bersama KPUD membangun kerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta untuk memberikan informasi yang benar kepada seluruh umat beragama di Jakarta agar tidak justru memperkeruh suasana keagamaan di Jakarta. 
  4. Panwaslu DKI Jakarta membuat call center untuk masyarakat pemilih Jakarta agar secara real time bisa melaporkan jika ada kejadian kampanye bernuansa SARA ini terjadi.



Post Comment