Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

About JPPR

JPPR

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat atau disingkat JPPR merupakan jaringan 38 lembaga yang terdiri dari organisasi kemasyarakatan di bawah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, LSM, lembaga pendidikan, lembaga antar iman, lembaga kemahasiswaan dan radio.

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) memiliki concern dan kapasitas pada pendidikan pemilih dalam rangka penguatan politik masyarakat sipil dan sendi-sendi demokrasi di Indonesia.

JPPR digagas dan dibentuk tahun 1999 di Yogyakarta saat politik dan demokrasi di Indonesia sampai pada puncak perubahan yang dikenal dengan era Reformasi Pengalaman Kemitraan JPPR adalah dengan The Asia Foundation pada pada tahun 1999, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010 tentang pemantauan, pendidikan pemilih, survey pemilih dan penelitian.

Kemitraan dengan JICA FOUNDATION tentang Penyiaran publik pada tahun 2004. Kemitraan dengan UNDP tentang pendidikan pemilih pada tahun 2004 serta kemitraan dengan Partnership tentang pemantauan Pemilu pada tahun 2009. Pada pemilu legislatif tahun 2004, JPPR kembali melakukan kegiatan pendidikan pemilih dan pemantauan pemilu dengan lebih dari 141.000 relawan memantau proses pemungutan suara di TPS. Pada pemilu presiden dan wakil presiden yang dilaksanakan secara langsung untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia pada tahun 2004, JPPR menurunkan 100.000 relawan.

Pada pemilihan kepala daerah tahun 2005, JPPR menurunkan relawan sejumlah 66.000 relawan yang tersebar di seluruh propinsi dan kabupaten yang akan melaksanakan pemilihan kepaladaerah. Lembaga-lembaga anggota JPPR yang terlibat dalam program pemantauan Pilkada tahun 2005 ini adalah: Ahimsa, Fahmina, IMM, IRM, ISIS, Lakpesdam NU, Labda Yogyakarta, LAPAR Makasar, LK3 Banjarmasin, LKK NU, LKPMP Makasar, LPBTN, LPP Aisyiyah, MADIA, Majelis DIKTI Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Percik Salatiga, PPSDM UIN, PSAP Pemuda Muhammadiyah, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Kantor Berita Radio 68H.

Sementara kemitraan dengan Tifa Foundation, JPPR melakukan kerjasama dalam pemantauan di lima daerah pada Pemilu Presiden dan wakil presiden pada tahun 2009 dan pendidikan pemilih di Pemilukada Jakarta.

Adapun kemitraan dengan IFES Indonesia adalah advokasi Pemilu untuk penyandang disabilitas 2011-2013 dan program prakarsa pendataan pemilih pada 2012.

Struktur organisasi

JPPR di tingkat nasional merupakan jaringan lembaga atau organisasi anggota JPPR di tingkat pusat
JPPR di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa merupakan jaringan lembaga atau organisasi anggota JPPR yang bekerja di wilayah geografis tertentu, yang bertindak untuk mengimplementasikan program JPPR di tingkat nasional

Sejarah dan pengalaman

JPPR pernah melaksanakan program pendidikan pemilih dan pemantauan pemilu dengan mengerahkan 117.000 relawan yang direkrut dari komunitas di mana relawan tersebut bertempat tinggal.
Pada pemilu legislatif tahun 2004, JPPR kembali melakukan kegiatan pendidikan pemilih dan pemantauan pemilu dengan lebih dari 141.000 relawan memantau proses pemungutan suara di TPS.

Pada pemilu presiden dan wakil presiden yang dilaksanakan secara langsung untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia pada tahun 2004, JPPR menurunkan 100.000 relawan.

Pada pemilihan kepala daerah tahun 2005, JPPR menurunkan relawan sejumlah 66.000 relawan yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah. Lembaga-lembaga anggota JPPR yang terlibat dalam program pemantauan Pilkada tahun 2005 ini adalah: Ahimsa, Fahmina, IMM, IRM, ISIS, Lakpesdam NU, Labda Yogyakarta, LAPAR Makasar, LK3 Banjarmasin, LKK NU, LKPMP Makasar, LPBTN, LPP Aisyiyah, MADIA, Majelis DIKTI Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Percik Salatiga, PPSDM UIN, PSAP Pemuda Muhammadiyah, Perhimpunan pengembangan pesantren dan masyarakat (P3M) dan Kantor Berita Radio 68H

Program Pemilu 2014

Pemantauan Pemilu Melalui Teknologi Informasi dan Media Sosial

Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan pada tiap tahapan Pemilu dengan menggunakan teknologi informasi (SMS, Phone, dll) dan Media Sosial (Facebook, Twitter, dll).

Masyarakat dapat berpartisipasi dalam program ini dengan melaporkan temuan pelanggaran Pemilu, hasil foto dan dokumentasi lainnya melalui akun Facebook Seknas JPPR (facebook.com/seknasjppr) atau ke twitter Seknas JPPR (twitter.com/seknasjppr).

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) merupakan konsorsium lembaga dengan anggota 37 lembaga yang memiliki concern dan kapasitas pada pendidikan pemilih dalam rangka penguatan politik masyarakat sipil dan sendi-sendi demokrasi di Indonesia.

Ahimsa | Dikti Muhammadiyah | Fahmina | Fatayat NU |GP Ansor | ICCE UIN | IMM | IPM | ISIS | IPNU | IPPNU |JIL | KOPRI | Labda Yogyakarta | Lakpesdam NU | LAPAR| LK3 | LKiS | LKKNU | LKPMP | LP3UMY | Ma’arif NU|MPM | Aisyiyah | MADIA | Ma’arif Institute | Muslimat NU | Nasyiatul Aisyiyah | PMII | P3M | Pemuda Muhammadiyah | PMII | Percik | PPSDM UIN | PSW UIN| PSAP | PSAP | KBR 68 H | Rahima