in Masykurudin Hafidz, Pemantauan, Pemilu 2014, Sindikasi Media, Uncategorized

Ratusan TPS Bermasalah Akibat Persoalan Logistik Pemilu

JAKARTA – Hasil pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menunjukkan sekitar 291 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 25 provinsi tidak mencantumkan nama-nama daftar pemilih tetap (DPT). Padahal, pemasangan DPT di TPS merupakan prosedur utama dalam pelaksanaan pemungutan suara.
Menurut Deputi JPPR, Masykurudin Hafidz, TPS yang tidak mencantumkan DPT antara lain TPS 11 di Limbangan Wetan, Brebes, Jawa Tengah, TPS 06 Maccini di Maros, Sulawesi Selatan, TPS 01 Larangan Tokol di Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur, TPS 03 Cipendeuy, Bantarujeg di Majalengka, Jawa Barat, TPS 04 Naikoten Satu di Kotaraja, Kota Kupang, NTT, serta TPS 01, 02, 03 Karot di Darul Imarah, Aceh Besar.
“Pemasangan DPT di papan pengumuman di setiap TPS adalah prosedur utama dalam tahapan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Pemasangan juga dimaksudkan agar nama yang tidak berhak memilih dapat diketahui masyarakat secara terbuka,” ujarnya di Jakarta, Rabu (9/4) malam.
Selain itu, dari laporan 2.011 relawan yang diturunkan JPPR pada pelaksanaan pemilu kali ini juga terdapat temuan tentang logistik di 245 TPS yang mengalami masalah terutama terkait kekurangan surat suara, alat bantu bagi tunanetra, tinta, alat bantu coblos, alas untuk coblos dan formulir rekapitulasi.
Untuk TPS yang mengalami kekurangan surat suara antara lain di TPS 023 Kayuputih, Oebobo, Kota Kupang NTT, TPS 02 Payatumbi Baru di Kebayakan, Aceh Tengah, TPS 07 Kadangrejo, di Karangmojo, Gunung Kidul dan TPS 11 Iditcut di Darulaman, Aceh Timur.
Untuk TPS yang tidak mendapat alat bantu antara lain TPS 06 Ateu, Pahlawan di Banda Aceh, TPS 31 Panikukang di Bandung, TPS 28 Sariharjo di Sleman, TPS 5 Kemaraya di Kendari Barat, Kendari, Sultra, TPS 10 Beting Kuala Kapias di Keludnibung, Tanjungbalai, Sumut, serta TPS 05 Gadingsuku di Kepil, Wonosobo.
Sedangkan TPS yang mendapat surat suara dengan kualitas di bawah standar adalah TPS 01 Bunggael di Karanganyar, Jawa tengah. Sementara kekurangan tinta terjadi di TPS 05, Kemaraya, Kendari Barat, Kendari. Adapun kekuarangan alat coblos terjadi di TPS 05, Kemaraya, Kendari Barat.
“Kekurangan logistik juga menunjukkan ketidakcermatan PPK, PPS dan KPPS dalam mendata secara rinci dan detil jumlah seluruh logistik dan memastikan logistik sesuai dengan kebutuhan di TPS,” katanya.(gir/jpnn)
Post: JPNN
Link: http://www.jpnn.com/read/2014/04/10/227470/Ratusan-TPS-Bermasalah-Akibat-Persoalan-Logistik-Pemilu-

Post Comment