in Sindikasi Media, Uncategorized

KPU DIMINTA PERBAIKI LAMAN RESMI

Laman web KPU
(www.kpu.go.id)
image: www.jppr.org – pantau pemilu

JPPR, Pantau Pemilu,
Jakarta – DALAM penyelenggaraan Pemilu 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berupaya meningkatkan penggunaan website resminya untuk menampilkan proses dan mengumumkan hasil pelaksanaan tahapannya.

Penggunaan website tersebut dinilai dapat mempermudah, mempercepat dan memperluas setiap informasi yang butuhkan oleh siapapun tentang pelaksanaan Pemilu 2014.


Namun demikian, dalam meningkatkan pengelolaan data dan informasi, KPU dipandang perlu untuk memperbaiki website, baik dalam pengelolaan isi maupun tampilanya.


Demikian dikatakan, Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, kepada jurns.com, melalui siaran pers, Senin (30/12).


Perbaikan itu, kata Hafidz, di antaranya, menu-menu yang ditampilkan harus di-update. “Bagi menu yang sudah melewati kadaluarsa sebaiknya dihapus saja misalnya menu Pengumuman CPNS, Lomba Maskot&Jingle dan Kepastian Terdaftar di Pilkada,”ujarnya.


Selain itu, KPU juga diminta untuk merapikan rubrikasi. Dalam menampilkan menu sebaiknya tidak tumpang tindih sehingga terlihat rapi dan teratur. Hal itu dilakukan agar tidak terkesan berantakan.


“Misalnya menu data pemilih dimana setiap tahapan perbaikan ada menunya sendiri (DPS, DPSHP dan DPT). Sebaiknya menu-menu ini disatukan saja dalam menu Data Pemilih baru didalamnya ditambahkan sub-menu,”ujarnya.


Demikian juga menu Perpustakaan KPU, sebaiknya menu diisi penuh dengan dokumentasi milik KPU baik berupa buku, majalah dan sejenisnya yang bisa dibaca dalam bentuk PDF. 


Perbaikan berikutnya, terkait peningkatan partisipasi. Hafidz mengatakan, website KPU sebaiknya dapat menjadi wahana interkasi yang intensif sehingga dapat menjadi alat peningkatan partisipasi.


“Misalnya disetiap berita dan informasi dipastilkan terdapat kolom komentar, adanya kolom media sosial yang dapat digunakan pembaca untuk menyebarkan informasi tersebut, kolom pusat pengaduan yang sistemik dan pendaftaran relawan demokrasi secara online,”ujarnya.


Haifidz mengatakan, upaya KPU untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan tahapan Pemilu patut diapresiasi. “Dan itu, perlu diawali dengan pengelolaan website yang rapi, interaktif dan terorganisir,”ujarnya.

Post: Jurnas, 30 Desember 2013
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment