in Pantau Pemilu, Sindikasi Media, Uncategorized

JPPR: Penyelenggara Pemilu harus Menjaga Integritas

JPPR, Pantau Pemilu,
Jakarta – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat mengatakan penyelenggara Pemilu harus menjaga integritasnya terkait seleksi kepemimpinan akan berlangsung sepanjang tahun 2014. 
“Sebagai tahun politik, pemilihan anggota legislatif serta presiden dan wakil presiden menghabiskan hampir seluruh tenaga untuk mewujudkan hasil pemilu yang demokratis dan berkualitas,” kata Deputi Koordinator JPPR Masykurudin Hafidz di Jakarta, Selasa. 
Masykurudin mengatakan belajar dari pengalaman 2013, integritas para penyelenggara Pemilu dari KPU hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dari Bawaslu hingga Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) menjadi tantangan paling besar terhadap proses Pemilu. 
Menurut dia, adanya kekhawatiran pemilu berjalan tidak benar-benar mencerminkan suara rakyat semakin terlihat. 
“Karena itu, menjaga integritas penyelenggaraan terutama menjamin suara rakyat untuk benar-benar terwakilkan kepada partai politik dan calon yang menjadi pilihan pemilih adalah tugas utama sepanjang 2014,” ujarnya. 
Dia menjelaskan cara menjaga integritas tersebut diantaranya, pertama tahan terhadap setiap intervensi dan apapun godaan dari pihak manapun yang ingin merusak hasil Pemilu. 
Menurut dia, para penyelenggara pemilu harus meninggalkan kebiasaan lama yang buruk, karena sebesar apapun uang yang ditawarkan sesungguhnya tidak sebesar harga kemurnian suara pemilih. 
“Kedua melaksanakan tahapan Pemilu tidak sekedar karena mendapatkan honor, tetapi bagian dari panggilan nurani,” katanya. 
Menurut dia, menjadi penyelenggara pemilu bukanlah seperti mencari pekerjaan tetapi juga pengabdian dan pelayanan ke masyarakat pemilih. Dia menjelaskan keterlambatan menerima honor misalnya karena anggaran belum turun sama sekali tidak mempengaruhi kualitas pelaksanaan tahapan Pemilu. 
“Ketiga, menanamkan pemahaman bahwa Pemilu bukan hanya seleksi kepemimpinan tetapi juga perihal masa depan. Masa depan bersama, masa depan generasi muda kita. 
Masykurudin mengatakan para penyelenggara pemilu harus memberikan pelajaran kepada generasi penerus bagaimana mengelola Pemilu yang jurdil dan transparan. Hal itu menurut dia untuk mewariskan sejarah, bahwa Pemilu 2014 adalah ulangan sejarah Pemilu 1955 dimana partisipasi seluruh elemen masyarakat bebas memilih dan mewakilkan aspirasinya.(rr)
Post: Antara 
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) – JPPR, Pantau Pemilu

Post Comment