in Sindikasi Media, Uncategorized

JPPR nilai Bawaslu tidak sensitif dan boros

Pengadaan mobil mewah di Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) rupanya menuai berbagai komentar miring. Salah satunya dari Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR).

Menurut Kornas JPPR Afif Afifuddin menilai, Bawaslu tidak sensitif dan boros. Pasalnya, di tengah harapan publik terhadap peran Bawaslu dalam Pemilu 2014 mendatang, Bawaslu justru melakukan pemborosan.

“Publik ingin Bawaslu memiliki peran yang maksimal di Pemilu 2014 mendatang,” ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (9/11/2013).

Dia mengaku kaget, dengan adanya pengadaan kendaraan dinas mewah untuk para Komisioner Bawaslu. “Ini tentu sangat bertentangan dengan naluri publik, yang mendambakan prestasi atas kinerja Bawaslu,” ungkapnya.

Seharsunya, lanjut Afif, Bawaslu lebih arif dan bersikap lebih sederhana. Tak mengedepankan praktik yang membuat masyarakat kesal dengan prilakunya.

“Salah satu ujung tombak suksesnya kerja Bawaslu, adalah mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengawasan. Kalau Bawaslu melakukan tindakan yang mencederai naluri publik (seperti beli mobil mewah), dikhawatirkan masyarakat jadi apatis dengan Bawaslu,” katanya.

Afif menambahkan, belum adanya prestasi Bawaslu yang membanggakan dalam pengawasan pemilu. “Bawaslu belum memiliki prestasi,” imbuhnya.

Post: Sindonews, 09 November 2013
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment