in Sindikasi_Media, Uncategorized

Jangan Copot DPS di Kelurahan

Jakarta: Besok (24/7), adalah hari terakhir pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) di tingkat kelurahan/desa. 
Pengumuman DPS yang dipasang di kantor kelurahan/desa ini awalnya dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat hingga 1 Agustus mendatang.
Berdasarkan tanggapan masyarakat tersebut, PPS lalu menyusun Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) hingga 16 Agustus 2013 mendatang, untuk kembali diumumkan dan mendapatkan masukan dari masyarakat lagi. 
“Karena itu, sebaiknya PPS jangan mencopot pengumuman DPS yang telah dipasang di kantor dua minggu kemarin. Selain untuk tetap menfasilitasi apabila ada masyarakat yang ingin memastikan namanya terdaftar atau belum, masyarakat pemilih juga bisa dengan mudah membandingkan kualitas data pemilih antara DPS dengan DPSHP,” kata Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat Masykurudin Hafidz, Jakarta, Selasa (23/7).
Menurutnya, dengan tetap menempelkan DPS dan DPSHP pemutakhiran data pemilih dapat terukur. “Apakah data pemilih lebih akurat, mutakhir dan komprehensif setelah mengalami perbaikan di tingkat kelurahan dari DPS ke DPSHP?” tanya Masykurudin.
Pengalaman Pemilu 2009 dan Pemilu kada, lanjutnya, menunjukkan hasil perbaikan DPS yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran seringkali mentah ditingkat kelurahan. Sehingga, ketika menjadi DPSHP, nama-nama pemilih yang tidak berhak memilih dan sudah dibersihkan oleh petugas pemutakhiran kembali muncul. “Ini disebabkan karena adanya sistem dan koordinasi pemutakhiran yang kurang baik,” kata Masykurudin.
Oleh karena itu, Masykurudin meminta agar DPS tidak dicopot. “Biarkan lembaran kertas pengumuman tersebut tetap dapat dinikmati oleh masyarakat pemilih saat berkunjung ke kelurahan hingga DPSHP selesai. Lagipula, DPS yang tidak dicopot ini bisa menjadi alat kontrol tentang kualitas data pemilih sekaligus mengontrol petugas pelaksana pemutakhirannya,” tukasnya.
Post: Metronews, 23 Juli 2013
Repost: JPPR

Post Comment