in Calon Legistatif, Sindikasi_Media, Uncategorized

Warga Jakarta Paling Banyak Nyaleg di Daerah Lain

RMOL. Dalam Daftar Calon Sementar (DCS) yang diumumkan oleh KPU untuk masing-masing partai politik tergambar banyak sekali calon sementara yang tinggal atau beralamat di daerah provinsi lain. Jakarta paling banyak menyumbang penempatan calon di semua daerah pemilihan.

Dari total 6.550 daftar calon sementara DPR RI yang diumumkan oleh KPU, ditemukan sebanyak 2.100 calon atau 32% calon sementara yang tinggal atau beralamatkan di Jakarta mencalonkan di daerah pemilihan luar Jakarta.

Dari jumlah temuan tersebut Partai Demokrat mempunyai calon paling banyak yaitu 248 calon (44%) dari seluruh total daftar calonnya, diikuti oleh Partai Golkar 234 calon (42%), Partai Hanura 230 calon (42%), PDIP 202 calon (36%), Partai Gerindra 186 calon (34%), PAN 174 calon (32%), PKPI 164 calon (31%), PPP 160 calon (30%), PBB 160 calon (29%), Partai Nasdem 141 calon (25%), PKB 136 calon (24%) dan PKS 65 calon (13%).

Peneliti Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz menjelaskan banyaknya calon yang datang dari Jakarta ini menunjukkan sistem rekruitmen pencalonan masih sangat sentralistik dan elitis. Partai politik tidak mempertimbangkan aspek pengalaman situasi sosial setempat dan kedekatan emosional dengan konstituennya.

“Sehingga daftar calon sementara ini kurang mencerminkan representasi dari jiwa pluralitas, peta masalah dan kepentingan di masing-masing daerah pemilihan,” ujarnya (Kamis, 20/6).

Di sisi lain, daftar calon sementara ini menjadi preseden tentang besarnya biaya kampanye yang akan dikeluarkan karena partai politik dan calon jelas membutuhkan biaya tambahan untuk kampanye terutama akomodasi dan transportasi. Apabila partai politik dan calon mengambil jalan pintas dengan memasang iklan dan alat peraga maka berakibat pada aspek kedekatan secara sosial emosional semakin tipis.

“Oleh karena itu, partai politik perlu mengaktifkan kantor-kantornya di daerah untuk meningkatkan kegiatan politik dan pendidikan pemilih dengan mengajak komunikasi dan menyerap aspirasi konstituen secara langsung untuk menjadi catatan dalam merumuskan program kerakyatannya,” tandasnya. [zul]


Post: Rmol.com
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment