in Pemilu 2014, Sindikasi_Media, Uncategorized

JPPR sebut banyak parpol tidak cerdas

Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Yus Fitriadi heran dengan sistem demokrasi di Indonesia. Menurutnya, banyak partai politik (parpol) tidak mencerminkan demokrasi. Seharusnya parpol menjadi organisasi pembelajaran demokrasi.
“Salah satunya, seperti memuliakan dewan pembina atau ketua umumnya,” kata Yus Fitriadi di KPU, Jumat (4/1).
Menurutnya, proses demokrasi tidak berjalan baik, karena kebanyakan parpol hanya ‘manut’ apa yang dikatakan ketua umum atau dewan pembina partai. Sehingga suara-suara lain dari internal partai tidak didengarkan.
“Bagaimana sebuah partai bisa mengajarkan demokrasi kepada masyarakat, sedangkan partai itu sendiri tidak demokrasi, ini harus dirubah,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, dalam mengusung calon-calonnya untuk maju ke legislatif dan kepala daerah, parpol terlalu pragmatis. Seperti mencari kandidat bukan berdasarkan pengkaderan.
“Tetapi lebih kepada bahasa uang dan kekuasaan, bagaimana tidak, saat kongres anak ketua partai tiba-tiba jadi pengurus. Lah emang dia jalannya gimana. Lalu, dalam pemilukada (pemilihan umum kepala daerah) di tingkat kabupaten, ketua DPP yang maju menjadi calon,” ungkapnya.
Karena itu, Yus mengungkapkan para elit politik jangan hanya meminta agar rakyat cerdas, tapi berbenah dulu agar cerdas dan menjadi panutan rakyat.
“Kalau Parpolnya tidak pernah cerdas, bagaimana bisa rakyatnya cerdas,” pungkasnya.

Post Comment