in Pemilu 2014, Sindikasi_Media, Uncategorized

JPPR: Penolakan 30% Kuota Perempuan, Ngawur!

JAKARTA – Penolakan partai politik tentang keterwakilan 30 persen perempuan sungguh sangat tidak beralasan. Pasalnya hal tersebut dilontarkan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali.
Sebelumnya merebak isu partai di Senayan menolak adanya 30 persen keterwakilan perempuan didalam Parlemen.
“Maka benar-benar partai politik diuji apakah ini berpihak ke perempuan atau tidak, nyatanya hari ini kita melihat tidak. Setidaknya dari pernyataan Ketum PPP,” ujar Masykurudin Hafidz, Direktur Eksekutif Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) kepada pesatnews.comdi Jakarta, Senin (1/4/2013). 
Masykurudin menilai Parpol harus memberikan porsi dengan terbuka dalam perekrutan Caleg perempuan. Menurutnya calon perempuan yang berkualitas banyak jumlahnya sehingga kualitas bukan alasan yang tepat. Dirinya berpendapat tidak ada korelasinya antara jenis klamin dengan kualitas.
“Tidak ada korelasi apapun soal kualitas menjadi anggota dewan dengan jenis kelamin. Pun dalam banyak hal, justru perempuan mempunyai nilai lebih dari laki-laki dan bisa juga sebaliknya” papar Masykurudin.
Yang menjadi pertanyaan menurut Masykurudin, jika kuantitas dan kualitas sudah terpenuhi kenapa masih ada Parpol yang menolaknya.
“Sesungguhnya ini masalah rebutan menjadi Caleg saja menurut saya. Dengan adanya Parpol yang hanya 12 ini, antusiasme para calon untuk mendaftar sangat besar dan Parpol sesungguhnya surplus dalam rekruitmen Caleg, disitulah masalahnya, lalu kemudiam perempuan terpinggirkan ” jelasnya.
Masykurudin menambahkan ini merupakan bentuk alasan Parpol agar terhindar dari kewajiban yang telah ditetapkan oleh KPU. 
“Jangan-jangan alasan tidak adanya calon perempuan hanya menjadi alasan untuk menghindari kewajiban dari 30 persen tadi” tutupnya. [*]
Post: Pesat News, 01 April 2013
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment