in Pemilu 2014, Sindikasi_Media, Uncategorized

PBB dan PKPI Lolos Jadi Pelajaran bagi KPU

Jakarta: Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, mengatakan, lolosnya PBB dan PKPI melalui jalur pengadilan yang panjang dan melelahkan menjadi pelajaran penting bagi KPU dan Bawaslu untuk tidak lagi sembrono melakukan penyelenggaraan dan pengawasan tahapan pemilu. 
Lolosnya PBB dan PKPI menjadi indikasi bahwa KPU tidak menerapkan standar yang adil bagi partai politik dan kurang memahami situasi lapangan. 
“Pelajaran ini harus benar-benar diambil baik oleh KPU maupun Bawaslu karena tahapan selanjutnya yang jauh lebih krusial dan lebih melibatkan banyak pihak yaitu tahapan pencalonan,” ujarnya pada Media Indonesia, Senin (25/3).
Dikatakan, pada tahapan selanjutnya, KPU harus lebih berhati-hati lagi. Sebab, potensi gugatan dalam pencalonan lebih tinggi dan gaduh lagi karena setiap calon dapat melaporkan kerugian yang dialaminya ke Bawaslu hingga ke PT TUN.
Oleh karena itu, lanjutnya, KPU dan Bawaslu dalam pelaksanaan dan pengawasan pencalonan ini harus secermat mungkin dalam memeriksa kebenaran dan keabsahan bakal calon, misalnya tentang keabsahan KTP, ijazah, dan sejumlah surat pernyataan dan keterangan lainnya.
“Semakin cermat verifikasi bakal calon oleh KPU dan pengawasannya oleh Bawaslu maka semakin rendah potensi sengketa yang akan timbul. Dengan begitu kegaduhan yang tidak perlu, tidak terjadi lagi atau sejak awal bisa diantisipasi,” tandasnya. (Herybertus Lesek)
Post: Metro News, 26 Maret 2013
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment