in Sindikasi_Media, Uncategorized

Kampanye Pemilukada Pasuruan Diminta Tak Tunggangi NU

Kurang tiga bulan jelang Pemilukada Kabupaten Pasuruan yang akan berlangsung Maret 2013, enam pasangan calon terlihat makin gencar bermanuver. Salah satunya dengan berupaya mendekati basis organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Ketua Masyarakat Media Didik Suyuthi, menilai, pola-pola kampanye dengan cara menunggangi ormas seperti ini justru tidak produktif.
“Sah-sah saja memang mendekati NU. Diakui atau tidak, di Pasuruan, ormas ini memiliki basis cukup besar dan massif. Apalagi saya melihat, hampir semua pasangan kandidat juga berlatarbelakang NU. Tapi kalau kemudian menjadi materi kompetisi yang dominan, ini yang tidak boleh terjadi,” paparnya.
Didik yang juga aktifis Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai, dalam kurun waktu dua bulan terakhir, langkah-langkah kampanye dan sosialisasi pencalonan yang dilakukan oleh para kandidiat masih bersifat normatif. Pola-pola komunikasi yang dikembangkan dalam mendekati basis pemilih NU juga cenderung lebih mengedepankan kedekatan emosional daripada komunikasi verbal yang langsung membawa visi-misi program.
“Yang harus dipahami, para cabup itu juga memiliki kewajiban moral untuk mengedukasi, mencerdaskan masyarakat Pasuruan. Jadi mereka ya harus berani membuka perdebatan mengenai program, mengenai strategi kepemimpinan yang akan diterapkan lima tahun ke depan. Bukan cuma soal berebut status siapa yang paling NU,” terangnya. 
Dia berharap, para calon bupati dan wakil bupati Pasuruan yang bakal bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan periode 2013-2018 mendatang, benar-benar berkompetisi secara sehat dan mencerahkan. Tidak dengan saling serang, akan tetapi saling menjual programnya dan memberikan pemahaman yang detail kepada masyarakat calon pemilih. Karena hanya dengan begitu, rakyat bisa memilih dengan baik calon yang dikehendaki sesuai dengan kebutuhan kabupaten Pasuruan.
“Harapan saya, berikan pembelajaran, edukasi, transfer of knowledge. Berikan pemahaman apa yang para pasangan cabup-cawabup akan lakukan. Sampaikan itu dengan cara-cara aplikatif dan tidak normative,” tutupnya.
Sebagai informasi, enam pasang calon bupati-wakil bupati Pasuruan sudah resmi mendaftarkan diri ke KPUD Pasuruan. Dari jumlah tersebut, lima pasangan berangkat melalui partai politik (parpol) dan satu pasangan berangkat dari jalur independen. 
Keenam pasangan tersebut masing-masing pasangan Anwar Sadad dan Dade Angga yang diusung tiga partai koalisi PKNU, Hanura, dan PKS. Eddy Paripurna dan Bambang Pujiono diusung koalisi PDI-P dan partai non parlemen. Pasangan Irsyad Yusuf dan Riang Kulup Prayuda diusung Partai Demokrat dan PKB. Pasangan Kelana Aprilianto dan Agus Asyari diusung koalisi PPP dan Partai Gerindra. Serta pasangan Udik Djanuantoro dan Joko Cahyono diusung Partai Golkar. Pasangan terakhir yakni Muzammil Syafi’i dan Juraida mendaftarkan diri dari unsur independen. (zas)
Post: Politik.Kompasiana.com
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment