in Pemilu 2014, Sindikasi_Media, Uncategorized, Verifikasi Parpol

“KPU-Bawaslu Jangan Terjebak Konflik Elit”

JPPR, JAKARTA- Lembaga pemantau pemilihan umum Jaringan Pendidikan untuk Rakyat (JPPR) mengingatkan KPU dan Bawaslu untuk tidak terjebak pada konflik elit kedua lembaga tersebut.
Menurut Manajer Pemantau JPPR Masykurudin Hafidz, perseteruan antara komisioner lembaga pengawas pemilu dan penyelenggara pemilu terkait tahapan verifikasi administrasi dipersidangan kode etik DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) janganlah diseret-seret ke akar rumput kedua institusi tersebut, karena akan mengganggu tahapan pemilu itu sendiri. 
“Sebagai penanggung penyelenggaraan dan pengawasan, KPU-Bawaslu jangan terjebak di lingkaran elit dan komunikasi yang tidak produktif, sehingga justru menghilangkan esensi dari proses verifikasi faktual partai politik itu sendiri, yaitu memastikan setiap partai politik layak untuk ikut Pemilu 2014,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima PedomanNEWS, Jakarta, Rabu (14/11).
Sebelumnya, Masykurudin mendesak KPU-Bawaslu untuk tidak meninggalkan tanggung jawabnya masing-masing di dalam pelaksanaan tahapan Pemilu 2014 akibat perseteruan itu.
“KPU-Bawaslu saat ini sedang dalam kondisi berseteru, akan tetapi hubungan ini harusnya tidak lantas mengurangi sedikitpun tanggungjawab KPU dalam penyelenggaraan dan Bawaslu dalam pengawasan tahapan verifikasi faktual Parpol,” tuturnya.
Sehingga untuk menciptakan perhelatan demokrasi lima tahunan yang lebih berkualitas, ia mengajurkan agar kerja sama diantar kedua lembaga pelaksana pemilu itu dapat berjalan efektif dan efisien.
“Kerjasama memastikan layak tidaknya partai politik di berbagai daerah inilah yang justru menjadi tugas utama KPU-Bawaslu, bukan malah melupakan dan meramaikan hal-hal yang tidak perlu,” Tandasnya.
Post: Pedoman News
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment