in Pemilu 2014, Sindikasi_Media, Uncategorized, Verifikasi Parpol

Konflik KPU Ancam Tahapan Pemilu 2014

JAKARTA – Konflik yang terjadi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai bisa mengancam kredibilitas pelaksanaan pemilu. Karena itu, anggota Komisi II DPR Agoes Purnomo meminta KPU segera menyudahi perselisihan yang terjadi antara komisioner dan jajaran Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU. 
Perselisihan ini sendiri dipicu para komisioner KPU yang menganggap Setjen KPU tidak kooperatif dalam mendukung kinerja mereka. “Perselisihan ini akan merugikan KPU secara lembaga. Imbasnya, akan mengurangi kepercayaan publik kepada KPU.Kalau sudah begitu, kredibilitas tahapan pelaksanaan Pemilu 2014 akan terancam,” tandas Agoes kepada SINDOdi Jakarta,kemarin. 
Menurut dia,konflik ini terjadi pada saat KPU melaksanakan tahapan awal pemilu. Dengan adanya permasalahan ini, semua pihak yang di KPU tidak profesional dalam bekerja.“Ini sebenarnya tidak boleh terjadi. Apalagi,KPU yang ditugaskan mengawal jalannya demokrasi supaya pemilu berjalan lancar. Pesta demokrasi belum dimulai saja sudah banyak masalah, bagaimana nanti?”tanyanya.
Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Yusfitriadi menilai, konflik internal antara komisioner dengan Setjen KPU terjadi lantaran KPU gagal dalam membangun komunikasi dengan para stakeholder. Menurut dia, distorsi komunikasi yang menyebabkan disharmoni ini sudah terjadi mulai dari kesekretariatan,Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), penggiat pemilu, dan bahkan antarkomisioner KPU sendiri. 
Dia mengatakan,fenomena perlawanan Setjen KPU ini secara psikologi menunjukkan ada sesuatu yang memicu kekecewaan. Ini juga menunjukkan para komisioner KPU sudah tidak memiliki kewibawaan lagi di mata publik. Alhasil, konflik internal KPU yang berlarut-larut ini akan mengganggu kinerja penyelenggaraan pemilu. Dengan demikian, akan sulit untuk bisa meyakinkan parpol, DPR, dan masyarakat jika KPU bisa bekerja dengan baik. radi saputro
Post: www.seputar-indonesia.com
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment