in Sindikasi_Media, Uncategorized

Kembali Tunda Hasil Verifikasi, Tanda KPU Tidak Solid

JPPR, JakartaKomisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menunda pengumuman verifikasi parpol calon peserta Pemilu 2014. Penundaan mendadak ini , bisa dibilang merupakan bukti kalau internal KPU tidak mampu mengantisipasi dan memperhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk mencermati hasil-hasil verifikasi yang dilakukannya sendiri.
“Apalagi hal ini dikuatkan juga dengan kabar bahwa pleno KPU berjalan alot sehingga keputusan KPU untuk mengambil hari terakhir untuk mengumumkan hasil verifikasi ternyata juga tidak dilaksanakan, ini memunculkan kekhawatiran bahwa internal KPU tidak solid,” tegas Manajer Jaringan Pemantau Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz di Jakarta, Jumat (26/10/2012).
Penundaan dengan cara mendadak seperti ini secara manajemen akan mengurangi tingkat kredibilitas KPU dalam bekerja. Secara politis akan dimainkan oleh parpol untuk mempertanyakan hasil verifikasi, apalagi proses kemarin yang berlangsung sudah banyak gugatan.
“Mestinya KPU jujur dan terbuka saja ke publik pada Jumat pagi (25/10) mengumumkan bahwa proses verifikasi membutuhkan waktu lagi dan menjelaskan sampai mana proses verifikasinya. Mundurnya jadwal menjadi Minggu nanti (28/10) tentu akan berakibat mundurnya proses verifikasi ditingkat provinsi dan seterusnya,” jelas Masykurudin.
Artinya KPU harus menyusun ulang lagi tahapan verifikasi ini hingga ke faktual. Untuk itu, tidak boleh ada yang dikorbankan soal tahapan verifikasi di level apapun, sehingga waktunya tetap proporsional, melihat proses verifikasi yang molor begini bisa dibayangkan bagaimana sulitnya di verifikasi faktual, dan itu waktunya tidak boleh ada yang diperpendak hanya gara-gara pengunduran di awal verifikasi ini.
“Oleh karena itu, pengumuman hasil verifikasi minggu nanti, harus dibarengi oleh pengumuman dan sosialisasi oleh KPU secara resmi melalui keputusannya tentang perubahan dan jadwal yang baru,” katanya. Ini catatan penting, agar KPUD, Bawaslu, Panwaslu, Partai politik, pemantau dan masyarakat pemilih mengetahui dan punya pandangan yang sama.
oleh: Dominicus A-editor:YL.antamaputra
post: centroone
repost; Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment