in Pilgub_DKI, Sindikasi_Media, Uncategorized

SMS-SMS SARA yang Beredar Jelang Pencoblosan Tadi

JPPR, JAKARTA – Selain menemukan adanya politik uang, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) juga menemukan beberapa kampanye yang menyangkuta SARA menjelang hari pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta kali ini. 

Kampanye yang menyinggung SARA tersebut jelas ditujukan pada calon wakil gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi), yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 
“SMS SARA kita temukan. Paling tidak ada dua. Larangan untuk mencoblos calon nomor tiga karena ada upaya kristenisasi,” kata Menurut Manajer Pemantauan JPPR Masykurudin Hafidz saat jumpa pers di Cikini, Jakarta, Kamis (20/9/2012). 
Namun Hafidz yakin bahwa isu SARA tersebut tidak akan berpengaruh pada perolehan suara pasangan Jokowi-Ahok. Hal ini dapat dilihat dari hasil penghitungan cepat sementara yang dirilis oleh berbagai lembaga survei. 
“Mungkin setelah kita melihat hasilnya bahwa yang begini-begini tidak terlalu laku,” tandasnya. 
Berikut isi SMS (pesan singkat) yang beredar di masyarakat pada hari pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. 
1. Pilihlah yang Islam Nomer 1 jangan Golput. Ahok ingin menguasai DKI untuk program Kristenisasi lewat Jokowi. Suara umat Islam menentukan DKI kedepan. 
2. Ketua DPP FPI, Munarwan SH memaparkan implikasi jika pasangan Jokowi-Ahok menang lalu menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ada posisi-posisi penting sejumlah lembaga Islam yang tidak pantas diduduki orang kafir seperti Ahok jika ia menjadi Wagub. “Wakil Gubernur DKI itu ex officio artinya karena dia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta maka otomatis dia menjabat sebagai apa? Saya bacakan berdasarkan Perda No. 32 tahun 2004, kalau Jokowi Ahok menang, maka Ahok otomatis akan menjadi: Pertama, Ketua tim pembina usaha kesehatan sekolah. Kedua, Ketua Lembaga Kerjasama Triparti. Ketiga, Ketua komunitas intelejen daerah (KOMINDA). 
Kalau dia jadi ketua KOMINDA dia tahu seluruh informasi intelejen, peta gerakan Islam dia tahu, itu bahaya! Keempat, Ketua tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK). Ketua Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat Infaq dan shodaqoh (BAZIS). Ini implikasinya apa? Amil zakat itu kan dapat bagian, masa Ahok dapat bagian? Orang kafir itu tidak berhak atas zakat. Kelima Ketua Badan Pembina Jakarta Islamic Centere. Hebat nggak? Keenam Ketua Lembaga Bahasa dan Ilmu Al Quran. Jadi bayangkan ini. Ketujuh Ketua Badan Pembina Pengembangan Tilawatil Quran. Kedelapan Ketua Dewan Pembina Badan Pembina Perpustakaan Masjid. Kesembilan Ketua Badan Pembina Kordinasi Dakwah Islam (KODI). Kesepuluh Ketua Dewan Penasehat Forum Kerukunan Umat Beragama. Relakah anda?
(lam)
Post: Okezone
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment