in Pilgub_DKI, Sindikasi_Media, Uncategorized

Pemilukada DKI Rawan Tiga Kecurangan JAKARTA

JPPR, PEMILUKADA DKI–Kekhawatiran kecurangan Pemilukada DKI Jakarta terus merebak mendekati hari pemilihan, Kamis (20/9).
Lembaga pemantau pemilu meminta Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta untuk mewaspadai praktik politik uang, manipulasi daftar pemilih tetap (DPT) dari sejumlah lokasi, dan te tap tingginya angka golongan putih (golput) atau warga yang tak memilih.
Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, berharap Panitia Pengawas Pemilu dan KPU DKI meningkatkan kewaspadaannya berlipat gan da di putaran kedua. Hasil putaran kedua, kata dia, sa ngat penting bagi kedua kandidat gubernur sehingga po ten si kecurangan sangat tinggi.
Hafidz mencontohkan soal DPT di beberapa titik di Ja kar ta yang beberapa waktu lalu dilanda kebakaran hebat.
“Pemilih di daerah bekas ke bakaran sangat rawan sekali.
Kalau Panwaslu tidak jaga dan keliling, bisa dipastikan permainan DPT terjadi. Atau pemilih yang tidak bisa mencoblos karena tak dapatkan kartu pemilih atau undang an,” katanya, Ahad (16/9).
KPU DKI, sambung dia, ha rus memastikan semua su rat undangan sampai kepada pemilih melalui pengawasan petugas di setiap RT, RW, kelurahan, dan kecamatan. Begitu juga, dengan Panwaslu DKI.
Meskipun jumlah personelnya hanya sampai tingkat kecamatan, penambahan 800 orang relawan diharap bisa memantau ketat setiap tempat pemungutan suara (TPS).
Juga, jelas Hafidz, memantau petugas Kelompok Pe nye lenggara Pemungutan Suara (KPPS). “Mereka kan sudah tahu mapping pemilih. Mana kantong suara Foke atau Jo ko wi. Jangan sampai ada kong kalikong dengan biro krasi, mengingat ada cagub incumbent,” ujar dia.
Ketua Panwaslu DKI, Ram dhansyah, mengatakan akan memperketat peng awasan dengan menerjunkan dua pengawas di setiap TPSdaerah bekas kebakaran.
“Biasanya, satu petugas Panwascam pantau 15 TPS. Untuk daerah bekas kebakaran kami turunkan dua petugas dan relawan,“ kata dia.
Panwaslu DKI juga mengawasi pembagian kartu undangan pemilih. Ramdansyah mengatakan, putaran kedua dibantu dengan bertambahnya jumlah relawan Panwaslu.
Selama proses pemungutan suara putaran satu Pemilukada DKI, Panwaslu menerima 89 laporan dugaan kecurangan.
Ketua Pokja Pendataan Pemilih KPU DKI, Aminullah, menyatakan distribusi logistik telah sampai di tingkat kelurahan dan tengah disebarkan ke setiap RW dan RT di seluruh wilayah Jakarta. Termasuk pembagian surat undangan pemilih.
Khusus untuk pemilih yang tercatat sebagai korban kebakaran, menurutnya, sudah dikoordinasikan dengan petugas RT/RW setempat.
“Apakah masih di TPS yang sama, atau pindah ke TPS lain. Backup datanya sudah kami sebarkan sehingga pada tanggal 20 nanti, mereka bisa dengan mudah mendatangi TPS, karena database-nya sudah ada,“ ucap Aminullah.
Ketua KPU DKI, Dahlia Umar, menambahkan untuk mengadang potensi politik uang akan dikeluarkan aturan larangan membawa telepon seluler di TPS. “Kita akan terbitkan surat edaran larangan membawa telepon seluler ke bilik suara, sebagai antisipasi praktik politik uang dengan mengirimkan foto penco blos an,” kata dia, Ahad.
Dahlia Umar mengung kap kan memang ada kemung kinan oknum tertentu yang menawarkan uang kepada pemilih dengan cara menunjukkan foto surat suara yang telah dicoblos. Hal lainnya yang akan diantisipasi pihak KPU dan Panwaslu DKI Ja karta, yakni “serangan fajar” dengan modus memberikan uang atau kebutuhan pokok beberapa hari atau jam se belum pencoblosan secara dari rumah ke rumah atau “door to door”.
Ketua Panwaslu DKI, Ram dansyah, menegaskan, upaya meminimalisasi angka golput telah dilakukan jauhjauh hari bersama KPU DKI.
Di antaranya, melalui pe ngum pulan daftar pemilih tambahan khusus hingga 36 ribu orang lebih. Angka golput di putaran 1 Pemilukada DKI mencapai 2,5 juta orang atau sekitar 36,7 persen.
Angka golput, menurut Aminullah, sejak putaran satu telah diupayakan penekanannya. Melalui pemetaan kan tong-kantong golput. Seperti daerah Jakarta Utara dan Ba rat. Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, angka gol p ut di putaran kedua dipre diksi menurun. Ini karena suasana Pemilukada DKI putaran dua cukup panas dan menarik untuk disimak. Mulai dari figus calon gubernur dan wakilnya hingga isu-isu menjelang hari pencoblosan.

Sumber: Republika
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment