in Sindikasi_Media, Uncategorized

Kader Tinggalkan Partai Demokrat


JPPR, YOGYAKARTA – Sekitar 250 kader Partai Demokrat Kota Yogyakarta mundur dari keanggotaan partai. Mereka menyampaikan surat pengunduran diri dan mengembalikan kartu tanda anggota serentak ke Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DI Yogyakarta, Kamis (6/9).
Perwakilan kader yang mundur diterima Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta Abdul Razak. Ketua Pimpinan Anak Cabang Partai Demokrat Mantrijeron Satriyo Hastadi mengungkapkan, para kader tidak merasa nyaman karena arogansi DPD dalam membuat kebijakan. Kader lain, Zainal Fanani el-Hakim, menambahkan, keputusan mundur itu mengikuti langkah Ketua DPC Partai Demokrat Kota Yogyakarta Raden Mas Sinarbiyatnujanat.
Menurut Zainal, di Daerah Pemilihan I Kota Yogyakarta ada sekitar 5.000 kader dan simpatisan Demokrat. Secara bertahap, mundurnya 250 kader akan diikuti kader lain. Desember 2010, Ketua DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta Gusti Bendara Pangeran Haryo Prabukusumo juga mundur.
Ketua DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta Sukedi tidak yakin keputusan mundur itu diikuti ribuan kader lain. ”Ini gerakan segelintir orang saja,” katanya.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum terus menyiapkan proses verifikasi parpol. KPU akan memperketat aturan, termasuk bukti penggunaan kantor pengurus parpol karena adanya peluang kantor fiktif.
Anggota KPU, Hadar N Gumay dan Arief Budiman, secara terpisah, mengatakan, setelah Pemilu 2009, banyak parpol yang tidak lolos ambang batas parlemen tak memelihara kantor partai. Menjelang verifikasi, bermunculan kantor-kantor parpol yang diduga berdiri hanya saat verifikasi.

33 parpol daftar

Pendaftaran parpol akan berakhir Jumat ini. Hingga kemarin, baru 33 parpol menyerahkan pendaftaran dan syarat administrasi. Setelah pendaftaran ditutup pukul 16.00, KPU akan mengumumkan parpol yang menyerahkan pendaftaran dan ke-17 syarat administrasi. Jika parpol tidak mampu menyerahkan 17 jenis syarat administrasi, KPU tidak akan melakukan verifikasi administrasi pada parpol itu.
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengakui, pendaftaran sebagai calon peserta pemilu dan persiapan berkas verifikasi sangat merepotkan. Namun, Suryadharma mengklaim partainya mampu menghimpun 1,833 juta KTA dari sekitar 367.000 yang diperlukan. Parpol lama yang memiliki kursi di DPR kini sedang bekerja keras melengkapi persyaratan verifikasi.
Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, August Mellaz, mengemukakan, kepemilikan kursi DPRD menjadi penentu kesuksesan parpol dalam memenuhi persyaratan menjadi peserta pemilihan umum.
Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat Yusfitriadi mengatakan, metode sampling dalam verifikasi faktual keanggotaan parpol rawan diakali. ”Pengawasan dan pemantauan harus difokuskan pada daerah di luar obyek sampling. Masyarakat harus didorong mengawasi,” ujarnya.
Sumber: Kompas.com
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment