in Pilgub_DKI, Sindikasi_Media, Uncategorized

JPPR: Tolak Uangnya, Laporkan Orangnya!

JPPR, Jakarta–Manajer Pemantauan JPPR (Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat), Masykurdin Hafidz mensinyalir Pilkada DKI Jakarta putaran pertama banyak terjadi pelanggaran, mulai dari pemasangan spanduk tak teratur hingga politik uang yang ditawarkan kepada warga.

Hafidz menjelaskan, dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang berlangsung 20 September mendatang juga akan terjadi beberapa pelanggaran. Namun, pelanggaran tersebut diduga menggunakan motif baru seperti politik uang dengan metode transfer maupun dijanjikan bayar kontrakan atau kosan dengan harga murah jika memilih salah satu calon gubernur.

“Di putaran kedua nanti (pelanggaran) dipredisti tinggi dengan beragam model. Tapi yang namanya politik uang tidak harus dikasih uang, mulai dari transfer, barang, bahkan mungkin ada beberapa tawaran tertentu yang tidak berupa uang,” kata Hafidz dalam diskusi “Titik Rawan Putaran Dua Pilkada Jakarta dan Antisipasinya” di Kedai Tjikini, Jakarta, Sabtu (8/9).

Hafidz mengingatkan agar pilkada putaran kedua bisa berjalan dengan jujur dan adil masyarakat harus tegas menolak politik uang yang diberikan tim sukses pemenangan calon. Bahkan, harus melaporkan orang yang memberikan uang tersebut kepada pihak berwajjib. Diharapkan pemilih golput (golongan putih) dapat diminimalisir serta terciptanya pilkada yang bersih. “Tolak uangnya dan laporkan orannya,” tegas Hafidz.(ADI/ADO)

Sumber: www.liputan6.com
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment