in Pilgub_DKI, Sindikasi_Media, Uncategorized

JPPR temukan pelanggaran selama pemungutan suara

Jakarta  – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menemukan banyak pelanggaran selama pemungutan suara dalam Pilkada Jakarta putaran kedua pada 20 September 2012. 
“Relawan kami masih menemukan warga yang tidak bisa menggunakan hal pilih,” kata Manajer Pemantauan JPPR Masykurudin Hafidz di kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, Jumat. 
Menurut dia, relawan JPPR menemukan setidaknya ada 29 orang yang tidak bisa menggunakan hak pilih di 13 daerah termasuk Kembangan Utara, Pademangan Barat, Serdang Kemayoran, Rawa Bebek, Petukangan, Cakung, Karet Tengsin, Petamburan, Tebet Timur, Ciganjur, Kampung Rambutan, dan Kalibata. 
“Kami tahu bahwa pemilih tidak terdaftar karena warga yang datang dan bertanya kenapa tidak bisa milih,” katanya. 
Sebanyak 297 relawan JPPR yang memantau pelaksanaan pemungutan suara juga menemukan jenis pelanggaran lain seperti pembagian surat undangan pada hari pencoblosan, adanya atribut kampanye di TPS, hingga politik uang. 
“Politik uang di Tanah Abang, ada yang membagikan uang Rp100 ribu dari pasangan calon nomor satu,” katanya.
Masykurudin mendatangi Panwaslu untuk melaporkan hasil temuan JPPR. Dia berharap Panwaslu bisa menindaklanjuti laporan yang disertai satu bundel bukti berupa foto-foto tersebut. 
“Meski yang melanggar pihak yang kalah, harus tetap diproses untuk kredibilitas,” demikian Masykurudin Hafidz.
Post: Antara
Repost: JPPR

Post Comment