in Pilgub_DKI, Sindikasi_Media, Uncategorized

JPPR: Tabulasi Elektronik Panwas Rawan Manipulasi


JPPR, Jakarta – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai was-was dengan rencana Panwaslu yang lebih fokus melakukan tabulasi ekektronik ketimbang mengawasi potensi politik uang.
Rencana Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI tersebut menggandeng Forum elektronik Demokrasi (FeD), dan bertujuan untuk memaksimalkan pengawasan saat pemungutan dan penghitungan suara di masing-masing TPS. Menurut JPPR, sebenarnya ada hal yang lebih penting ketimbang itu. Yakni jual beli suara, jelang pencoblosan putaran dua, 20 September mendatang.
“Rencana Panwas ini sebenarnya sangat rawan untuk dimanipulasi. Karena mengandalkan hasil foto dari orang yang di TPS (relawan dan masyarakat) bisa sangat mungkin dirubah, apalagi Panwas tidak menscreening siapa yang memfoto itu,” ungkap Manajer Pemantauan JPPR, Masykurudin Hafidz kepada centroOne.Com di Jakarta, Jumat (7/9).
Hal rawan lainnya terletak pada hasil foto di lapangan (relawan dan masyarakat) juga tidak bisa dijadikan alat pembanding. Maksudnya, jika ada yang menggugat hasil penghitungan di TPS, maka alat buktinya bukan hasil foto. Melainkan tetap salinan resmi hasil di TPS yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Penyelenggara Perhitungan Suara (KPPS).
“Karena salinan ini (plano C2) juga dikasihkan ke saksi-saksi. Kalau saksi komplain karena ada perbedaan hasil, maka hasil foto tidak bisa jadi bandingan, mubazir bukan? Jelas Hafidz.
Sumber: www.centroone.com
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) 

Post Comment