in Pilgub_DKI, Sindikasi_Media, Uncategorized

JPPR Sesalkan KPU DKI Tak Cetak Kartu Pemilih


JPPR, Jakarta – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menyesalkan langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI yang tidak mencetak kartu pemilih bagi pemilih tambahan khusus, melainkan hanya mencetak surat undangan pemilihan. Di putaran dua Pilkada DKI, pemilih tambahan khusus yang dinyatakan sah berjumlah sekitar 34.063 pemilih.
“Kartu pemilih adalah alat bukti setiap warga bahwa dia sudah terdaftar sebagai pemilih, digunakan untuk memilih di TPS. Kalau hanya andalkan surat undangan saja, apakah KPU DKI bisa menjamin seluruh pemilih tambahan khusus bisa mengikuti pencoblosan,” kata Manajer Pemantauan JPPR, Masykurudin Hafidz di Kedai Tjikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9/2012).
Selain itu, JPPR juga menyarankan agar KPU DKI segera mendistribusikan surat undangan kepada pemilih. Jangan seperti pada putaran pertama, yang mendistribusikan dadakan, bahkan H-1 baru sampai ke pemilih.
Selanjutnya, soal pemasangan Daftar Pemilih Tetap (DPT), KPU DKI bisa memasangnya di tempat publik dan diinformasikan untuk memastikan terdaftar dan memastikan surat undangan telah diterima pemilih.
“Seperti putaran pertama, kartu undangan dan kartu pemilih dibagikan di last minute, pada hari H. Belajar dari pengalaman, KPU DKI segera lakukan lebih cepat biar sampai di tangan pemilih ,” ujarnya.
Sumber: www.cetroone.com
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment