in Pilgub_DKI, Sindikasi_Media, Uncategorized

JPPR: 5 Menit di Bilik Suara untuk 5 Tahun

JPPR, Jakarta – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga kemurnian Pilkada. Masyarakat perlu melakukan pemantauan mulai malam hari sebelum hari H, menjelang fajar serta setelah penghitungan suara.

“Jangan pernah menjual suara dengan berapapun akan dibayar. Masa depan Jakarta ada di tangan kita. Lima menit di bilik suara menentukan nasib kita lima tahun mendatang,” ungkap Manajer Pemantauan JPPR Masykurudin Hafidz di Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Ia menyatakan, semua penyelenggara Pilkada DKI, dari KPUD, PPK, PPS hingga KPPS harus bersikap dan bertindak non-partisan, transparan, jujur dan adil, serta tidak melibatkan diri dalam konflik kepentingan yang menguntungkan salah satu pasangan calon.

“Penyelenggara juga harus melaksanakan administrasi Pilkada Jakarta yang akurat, tetap bersikap tegas, konsisten dan fair dalam menjalankan sesuai aturan dan tidak mencoba-coba melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) hingga Panwas lapangan, sambungnya, juga harus benar-benar melakukan pengawasan secara serius terhadap segala bentuk potensi pelanggaran, serta menindaklanjuti temuan pelanggaran yang terjadi tanpa ada rasa takut dari segala bentuk intimidasi.

“Tugas utama pengawas adalah memastikan pelaksanaan pemungutan suara mulai dari dari logistik yang lengkap, pelanggaran saat pemungutan, pelayanan petugas TPS hingga rekapitulasi suara karena hal itu yang menjadi prioritas dari setiap pengawasan,” katanya.

Kedua, lanjut dia, kepada pasangan calon dan tim sukses untuk tidak melakukan tindakan dan upaya mengotori proses pemungutan suara dengan mempengaruhi pilihan pemilih dengan memberikan uang dan semacamnya, serta tidak mencoba-coba melakukan intimidasi kepada kelompok masyarakat baik dengan memanfaatkan isu SARA.

“Demikian juga pasangan calon dan tim sukses untuk mengendalikan kelompok pendukungnya masing-masing agar menjaga suasana damai dan tidak justru memicu kericuhan di lapangan, terutama apabila mengalami kalah dalam penghitungan suara,” jelas Masykurudin.

Untuk masyarakat pemilih, ia mengimbau agar selalu mengedepankan sikap saling menghargai dan sportif dalam menerima apapun hasil Pemilukada dan siapapun pemenangnya. Bersama-sama menerima hasil Pilkada dan menjaga dengan sangat, suasana damai di lingkungannya masing-masing.

Post Comment