in Pilgub_DKI, Sindikasi_Media, Uncategorized

Ini Pelanggaran di Putaran Dua Pilkada DKI

Jakarta – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai kelangsungan jalannya putaran dua Pilkada DKI 2012 berjalan aman dan lancar. Meski demikian tercatat beberapa pelanggaran dalam penyelenggaraannya.
Untuk itu, JPPR meminta kepada lembaga pengawas, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI untuk tetap memproses setiap pelanggaran yang terjadi. Hal ini harus dilakukan sebagai pembelajaran politik kepada masyarakat.
“Proses demokrasi harus tetap berjalan, walaupun di beberapa lembaga-lembaga survei melakukan quick count, Jokowi menang dengan selisih yang cukup jauh, tapi aturan harus tetap ditegakkan. Masyarakat membutuhkan itu sebagai pendidikan politik,” kata Manajer Pemantauan, Masykurudin Hafidz di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Dijelaskan Masykurudin, sejumlah 372 orang relawan JPPR yang diterjunkan untuk melakukan pengawasan di tiap-tiap TPS, setidaknya mencatat delapan modus pelanggaran yang terjadi. Masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih menjadi permasalahan yang terulang kembali. 
Meski jumlahnya tidak sebanyak di putaran pertama lalu, namun masih didapati warga yang tidak masuk dalam DPT. Menurutnya KPU DKI telah melanggar hak politik warga Jakarta terkait, meskipun telah dilakukan pemutakhiran data pemilih.
“Soal DPT ini murni kesalahan penyelenggara yang tidak jauh lebih baik dari putaran pertama lalu,” ujarnya.
Dari hasil pengawasan, terdapat 29 orang di 13 TPS di Kelurahan berbeda tidak terdaftar di DPT. Selain itu, KPU DKI tidak mengindahkan saran JPPR soal pemasangan nama-nama DPT di TPS.
“Ada juga pemilih yang tidak terdaftar di DPT tetapi boleh memilih di TPS dan kami menemukan pemasangan DPT yang tidak seragam, tidak semua TPS dipasang nama-nama DPT nya,” kilahnya.
JPPR juga memaparkan pelanggaran lain, seperti ditemukannya sekelompok massa yang terdiri hingga 10 orang yang bergerombol di TPS. Keberadaan mereka seperti mengawasi dan bahkan memberikan arahan kepada warga untuk memilih pasangan calon tertentu, baik secara lisan maupun non verbal.
“Bahkan mereka mengganggu jalannya pencoblosan dengan membuat kegaduhan di sekitar TPS. Ini bentuk intimidasi modus yang baru. Mereka terus mengarahkan warga, bahkan hingga para saksi mereka di TPS melakukan hal yang sama,” ungkapnya.
Pemilih tidak terdaftar yang ditemukan JPPR, 1 orang di Kembangan Utara Jakarta Barat, 2 orang di Pademangan Barat Jakarta Utara, 1 orang di Serdang Kemayoran Jakarta Pusat, 6 orang (1 keluarga) di Rawa Bebek Pulo Gebang Jakarta Timur, 1 orang di Teratai Cakung Petukangan Jakarta Timur, 5 orang di Cakung Barat Jakarta Timur, 5 orang di Cakung Timur Jakarta Timur.
Satu orang di Karet Tengsin Tanah Abang Jakarta Pusat, 1 orang di Petamburan Tanah Abang Jakarta Pusat, 1 orang di Tebet Timur Jakarta Selatan, sekeluarga tidak terdaftar di Ciganjur Jakarta Selatan, 1 orang di Kampung Rambutan Jakarta Timur, 4 orang di Kalibata Pancoran.
Beberapa TPS yang tidak memasang DPT putaran dua Pilkada DKI 2012, seperti TPS 19 Pademangan Barat Jakarta Utara, TPS 35 Harapan Mulia Kemayoran Jakarta Pusat, TPS 33 Johar Baru Jakarta Pusat, TPS 07 Sumur Batu Kemayoran Jakarta Pusat.
Post: centroone.com
Repost: JPPR

Post Comment