in Pilgub_DKI, Sindikasi_Media, Uncategorized

Dana Kampanye Rawan Disalahgunakan di Putaran Kedua

JPPR, JAKARTA – Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) melansir titik rawan dalam putaran kedua pemilukada DKI. Dari beberapa titik rawan tersebut, satu diantaranya adalah mengenai dana kampanye yang rawan disalahgunakan pada putaran kedua.
Koordinator Nasional JPRR, Yusfitriadi, mengatakan titik rawan pertama adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dimana pergantian KTP menjadi e-KTP menimbulkan perbedaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) karena yang tercantum dalam DPT adalah NIK KTP.
Titik rawan kedua mengenai penggunaan dana kampanye. Pada putaran kedua ini, kata Yusfitriadi, penggunaan dana kampanye tidak diatur besarannya sehingga penggunaan dana kampanye bisa saja digelontorkan sebesar mungkin.
“Ini bisa berimplikasi pada banyak hal seperti politik uang, penyalahgunaan jabatan, mobilisasi pemilih, dan sebagainya,” ujar Yus dalam siaran persnya, Kamis (13/9/2012).
Lebih lanjut, Yus menjelaskan titik rawan lainnya adalah mobilisasi aparatur negara mulai dari tingkat RT/RW dan kelurahan untuk memenangkan pasangan calon tertentu.
“Kemudian pada putaran kedua ini, beredar isu pemilih diminta menyobek wajah pasangan calon yang dipilih untuk kemudian ditukar sejumlah materi,” imbuhnya.
Sumber: Tribun News
Repost: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)

Post Comment